Aksi Integrasi Konvergensi Penurunan Stunting dan Analisis Situasi Program Stunting

oleh
oleh

Aksi Integrasi Konvergensi Penurunan Stunting dan Analisis Situasi Program Stunting

Soppeng-makassarpena.com. Wakil Bupati Soppeng Ir.H.Lutfi Halide, MP menghadiri kegiatan aksi integrasi 1 konvergensi penurunan Stunting dan analisis situasi program Stunting tahun 2024 di Kabupaten Soppeng yang dilangsungkan di aula kantor gabungan dinas, Rabu 21 Februari 2024.

Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Soppeng, para Pimpinan SKPD terkait, para Camat, para Lurah dan Kepala Desa.

Wakil Bupati Soppeng Ir H Lutfi Halide, MP mengawali sambutannya dengan menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh yang hadir pada kegiatan aksi 1 program penurunan Stunting.

Wakil Bupati Soppeng Lutfi Halide menyebut bahwa Stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia Indonesia, juga ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa.

Menurutnya, hal ini dikarenakan anak Stunting yang bukan hanya terganggu pertumbuhan fisiknya (bertubuh pendek/kerdil) saja, melainkan juga terganggu perkembangan otaknya, yang tentu saja akan sangat mempengaruhi kemampuan dan produktivitas dan kreativitas di usia-usia produktif.

Wabup Lutfi Halide menuturkan bahwa, penyebab Stunting dimulai saat anak di dalam kandungan karena pola makan ibu yang buruk, kondisi ini diakibatkan oleh asupan ibu selama kehamilan kurang berkualitas, sehingga nutrisi yang diterima janin sedikit, yang akhirnya pertumbuhan di dalam kandungan mulai terhambat dan terus berlanjut setelah kelahiran tetapi gejalanya biasanya muncul setelah anak berusia sekitar dua tahun, yang ditandai dengan anak tidak tumbuh secepat yang seharusnya, kondisi ini diperparah ketika pada usia anak dibawah dua tahun tidak tercukupi asupan gizinya, tidak diberikan Asi Eksklusif ataupun MP ASI (Makanan Pendamping ASI), atau yang diberikan kurang mengandung zat gizi yang berkualitas.

Dikatakan Wabup, berdasarkan penelitian, anak Indonesia pada umumnya tidak kekurangan makan, tetapi rendahnya kesadaran akan gizi seimbang mengakibatkan mereka hanya mendapat asupan makanan pokok dengan sedikit protein atau sayuran.

Banyak juga orang tua tidak memahami pentingnya ASI, sehingga mengandalkan susu formula bagi bayi.

Oleh sebab itu, dalam rangka mengawal pelaksanaan program percepatan penurunan Stunting, pemerintah melakukan intervensi melalui pendekatan multisektor yang mengarah pada peningkatan kualitas intervensi spesifik dan sensitif terutama melalui pemenuhan seluruh indikator sebagaimana tertuang dalam lampiran Perpres 72/2021 tentang percepatan penurunan Stunting, dikoordinasikan melalui kelembagaan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dari tingkat pusat, sampai desa/kelurahan.

Selain itu, pendekatan percepatan penurunan Stunting diarahkan pada aspek pencegahan dengan memperluas sasaran-sasaran strategis terutama pada sektor hulu melalui sasaran remaja putri, calon pengantin, pasangan usia subur, hingga sasaran ibu dan bayi yang memiliki resiko Stunting hingga usia 5 (lima) tahun.

Untuk memastikan aksesibilitas layanan bagi seluruh sasaran prioritas tersebut koordinasi lintas sektor diperkuat oleh Tim Pendamping Keluarga untuk memastikan seluruh intervensi tidak hanya diterima namun dimanfaatkan oleh sasaran prioritas.

” Untuk terlaksananya agenda percepatan penurunan Stunting, khususnya di Kabupaten Soppeng perlu kerjasama lintas program dan lintas sektor melalui 8 (delapan) aksi konvergensi yaitu: (1). Analisis situasi program penurunan Stunting; (2). Penyusunan rencana kegiatan; (3). Rembuk stunting; (4). Peraturan Bupati/Walikota percepatan penurunan Stunting; (5). Pembinaan pelaku dan Pemerintahan d

Desa/Kelurahan; (6). Sistem manajemen data stunting; (7). Pengukuran dan publikasi Stunting; dan (8). Reviu kinerja tahunan.

“Dan hari ini kita laksanakan aksi 1, yakni analisis situasi program penurunan Stunting, yaitu proses untuk mengidentifikasi sebaran prevalensi Stunting dalam wilayah kabupaten/kota, sebaran keluarga berisiko Stunting, situasi ketersediaan program, dan praktik manajemen layanan. Analisis situasi dilakukan untuk mengenali permasalahan dalam integrasi intervensi gizi spesifik dan sensitif pada kelompok sasaran.

Dikatakan Wabup Lutfi Halide, sebagaimana ditetapkan dalam RPJMN periode tahun 2020- 2024, penurunan Stunting hingga 14 persen secara nasional ditargetkan dicapai pada tahun 2024, hal ini berarti tahun ini menjadi tahun akhir untuk pencapaiannya.

Disisi lain sampai tahun 2022 yang lalu angka Stunting secara nasional masih pada angka 21,6 persen, demikian halnya di Kabupaten Soppeng kita masih berada pada angka 26,96% (untuk tahun 2023 masih menunggu rilis hasil Survey Kesehatan Indonesia), hal ini berarti masih terdapat selisih yang cukup jauh untuk dapat memenuhi target tersebut dan tentu saja masih perlu usaha lebih keras lagi agar kita dapat menurunkan angka Stunting tersebut sesuai target yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.

” Olehnya itu sebelum mengakhiri sambutan ini, saya ingin menyampaikan terkait agenda kita hari ini, yaitu analisis situasi program penurunan Stunting, yang hasilnya merupakan dasar perumusan rekomendasi kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan integrasi intervensi gizi bagi kelompok sasaran,” ujarnya.

maka harapan saya katanya, mudah-mudahan dari data yang telah terinput pada tabel master ansit, dapat dipetakan apa-apa yang menjadi permasalahan, untuk selanjutnya menjadi dasar dalam perumusan kebijakan, termasuk penentuan lokus prioritas penanganan Stunting tahun 2025. (usman)

No More Posts Available.

No more pages to load.