Kick Off, ICMI Institute Jalin Kerjasama Dengan Institut Teknologi Pertanian Takalar

oleh
oleh

Kick Off, ICMI Institute Jalin Kerjasama Dengan Institut Teknologi Pertanian Takalar

Makassar-makassarpena.com.  Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Sulawesi Selatan ingin terus memberi kontribusi bagi kemajuan masyarakat, tidak hanya pada tataran konseptual, melainkan juga pada tataran teknis.

Untuk mewujudkan hal tersebut, ICMI Orwil Sulsel membentuk ICMI Institute sebagai lembaga adhoc yang akan lebih fokus bekerja di bidang teknis sebagai dukungan untuk kemajuan dan pengembangan masyarakat.

“ICMI Institute adalah bagian tak terpisahkan dari ICMI Sulsel. Jadi ICMI Institute merupakan adhoc yang akan secara teknis mengembangkan inovasi-inovasi dan kolaborasi di bidang eduprenuer,”jelas Ketua ICMI Orwil Sulsel, Prof. Dr. H. Arismunandar, M. Pd.

Baru saja dibentuk, ICMI Institute langsung tancap gas dengan melakukan kerjasama dengan Institute Teknologi Pertanian (ITP) Takalar. Penandatangan MoU (Memorandum of Understanding) berlangsung di aula ITP Takalar, Sabtu 23 Desember 2023.

Sebelum dilakukan seremoni penandatanganan nota kesepahaman, rombongan ICMI Institute yang dipimpin langsung Ketua ICMI Orwil Sulsel Prof. Dr. H. Arismunandar, M. Pd. yang juga Ketua Dewan Pembina ICMI Institute melakukan peninjauan lokasi aset IPT dan lahan inkubator bisnis yang akan mereka kembangkan bersama. Inkubator bisnis tersebut meliputi peternakan ayam, kolam ikan, pertanian hidroponik dan juga kebun jagung.

Penandatanganan MoU dilakukan Direktur ICMI Institute, Dr. H. Benhard, M.Si dan Rektor ITP, Dr. Hj. Irma Andriani, S.Pi, M.Si, disaksikan Ketua ICMI Orwil Sulsel, Prof. Dr. H. Arismunandar, M. Pd. dan Ketua Pembina ITP, Syamsari Kitta. Hadir menyaksikan penandantangan itu, para pengurus ICMI Instiute dan juga civitas ITP Takalar.

Mantan Bupati Takalar, Syamsari Kitta, yang menjadi Pembina ITP menyambut baik kerjasama dengan ICMI Sulsel. Ia berharap, implementasi kerjasama itu dapat segera terealisasi tanpa perlu terlalu banyak administrasi yang menghambar.

“Mari keluar dari negara administratif menjadi dagang. Supaya bisa lebih cepat, jangan terlalu banyak administrasi lanjutan,” tandas Syamsari. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.