PENERAPAN DISIPLIN POSITIF DI PONDOK  PESANTREN

oleh
oleh

PENERAPAN DISIPLIN POSITIF DI PONDOK  PESANTREN

Makassar- makassarpena.com. Kantor Kementerian Agama menggelar pelatihan disiplin positif bagi 55 orang Kyai dan Nyai guru dari perwakilan 5 Pondok Pesantren, berlangsung selama dua hari di Aula Kemenag Makassar, jl.Rappocini tanggal 9 – 10 Agustus 2023.

Hari Jadi Takalar Ke-64

Kepala dinas kesehatan Dr. Hj NILAL FAUZIAH beserta jajarannya mengucapkan SELAMAT HARI JADI TAKALAR KE-64

Hari Jadi Takalar Ke-64

Kepala Dinas Pendidikan beserta jajarannya mengucapkan SELAMAT HARI JADI TAKALAR KE-64

Hari Jadi Takalar Ke-64

Dirut RSUD TAKALAR Dr. RUSLAN RAMLI, Amd.Kes beserta jajarannya mengucapkan SELAMAT HARI JADI TAKALAR KE-64

Hari Jadi Takalar Ke-64

Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan RIFANY, S.Ip., M.Si mengucapkan SELAMAT HARI JADI TAKALAR KE-64

Hari Jadi Takalar Ke-64

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah beserta jajarannya mengucapkan SELAMAT HARI JADI TAKALAR KE-64

Hari Jadi Takalar Ke-64

Kepala Bidang DIKDAS RAKMADI, S.Pd., M.Pd beserta jajarannya mengucapkan SELAMAT HARI JADI TAKALAR KE-64

Hari Jadi Takalar Ke-64

Kepala Dinas Pendidikan beserta jajarannya mengucapkan SELAMAT HARI JADI TAKALAR KE-64.

Kegiatan ini dibuka oleh Rektor UIN yang diwakili Prof Dr.Ramli, Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat UIN Alauddin, disaksikan oleh Kakan Kemenag Makassar H.Irman, M.Si serta Dr.Hj.Rosmini Amin, Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Alauddin dan perwakilan/staf UINCEP dan sejumlah narasumber dalam acara ini.

Rektor UIN menegaskan, bahwa program disiplin positif bagi anak adalah sebuah pola pendidikan yang harus diterapkan pada pendidikan di Indonesia, termasuk di Pondok Pesantren.

Kepala Kantor Kemenag dalam pemaparannya menekankan bahwa penerapan disiplin positif bagi santri adalah bagian dari pendidikan ramah anak dan diharapkan bisa diterapkan secara menyuluruh di Pondok Pesantren di Makassar.

H. Irman juga mengingatkan bahwa “key word” atau kata kunci suksesnya program pendidikan ramah anak ini kalau tercipta sinergi dan kolaborasi yang baik dari seluruh stakeholder terkait, seperti Unicef, UIN, Kemenag, DPPA, Yayasan, Pondok Pesantren serta orang tua santri, sekaligus mengajak untuk sesegera mungkin mensosialisasikan program ini.

Sementara itu Kepala Seksi PD Pontren Hasan Pinang dalam materinya menegaskan bahwa saatnya Pondok Pesantren untuk menjadi primadona pendidikan modern, karena saat ini menjadi fokus pemerintah, khususnya Menteri Agama RI, dengan kebijakan “rekognisi” yakni penghargaan setara dengan alumni sekolah dan perguruan tinggi umum, karena faktanya alumni pesantren memiliki sejumlah keunggulan.

Hasan Pinang juga mengajak seluruh Kyai dan Nyai yang mengajar di pondok, untuk sungguh sungguh mengimplementasikan pendidikan ramah anak ini terhadap santri di pondok. Kyai dan Nyai di pondok memiliki posisi strategis dan menentukan bagi keberhasilan pendidikan ramah anak ini.

Pola pendidikan pesantren adalah pendidikan tertua di Indonesia dan telah banyak menghasilkan alumni dan kader yang baik di negeri ini. (hp)

No More Posts Available.

No more pages to load.