Kasus Pulau Karanrang, Pemkab Lakukan Pemberian Obat Massal 

oleh
oleh

Kasus Pulau Karanrang, Pemkab Lakukan Pemberian Obat Massal

Pangkep-makassarpena.com. Pasca ditemukannya masyarakat Pulau Karanrang yang terkena Typoid. Pemkab Pangkep melalui Dinas Kesehatan bergerak cepat melalukan pemeriksaan kesehatan.

Hari Jadi Takalar Ke-64

Kepala dinas kesehatan Dr. Hj NILAL FAUZIAH beserta jajarannya mengucapkan SELAMAT HARI JADI TAKALAR KE-64

Hari Jadi Takalar Ke-64

Kepala Dinas Pendidikan beserta jajarannya mengucapkan SELAMAT HARI JADI TAKALAR KE-64

Hari Jadi Takalar Ke-64

Dirut RSUD TAKALAR Dr. RUSLAN RAMLI, Amd.Kes beserta jajarannya mengucapkan SELAMAT HARI JADI TAKALAR KE-64

Hari Jadi Takalar Ke-64

Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan RIFANY, S.Ip., M.Si mengucapkan SELAMAT HARI JADI TAKALAR KE-64

Hari Jadi Takalar Ke-64

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah beserta jajarannya mengucapkan SELAMAT HARI JADI TAKALAR KE-64

Hari Jadi Takalar Ke-64

Kepala Bidang DIKDAS RAKMADI, S.Pd., M.Pd beserta jajarannya mengucapkan SELAMAT HARI JADI TAKALAR KE-64

Hari Jadi Takalar Ke-64

Kepala Dinas Pendidikan beserta jajarannya mengucapkan SELAMAT HARI JADI TAKALAR KE-64.

Selain pemeriksaan kesehatan, tim Dinas Kesehatan dibantu Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa Mattirobulu juga melakukan penyuluhan pola hidup bersih dan sehat, serta mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Pemkab Pangkep juga akan memberikan obat cacing massal di Lulau Karanrang, Desa Mattirobulu.

Obat cacing akan diberikan kepada seluruh warga Pulau Karanrang yang berjumlah 3000an orang.

Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau (MYL) mengatakan, pemberian obat cacing massal ini dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan ditemukannya warga yang terindikasi ada telur cacing di perut.

“Olehnya itu, kami akan memberikan obat cacing massal kepada 3000an warga di sana, dan Alhamdulillah, masyarakat di sana merespon dengan baik,”ujarnya, Sabtu(11/2/2/23).

Kepala Dinas Kesehatan Pangkep, Hj Herlina mengatakan, guna memastikan penyebab warga terserang Typoid pihaknya telah mengambil sampel air yang akan diuji di laboratorium.

“Kita masih menunggu hasil pemeriksaan lab. Tapi, pak Camat sudah sampaikan di sana ada depot air yang cara produksinya tidak baik. Makanya kami membina agar memproduksi air dengan baik. Karena kadang masyarakat menganggap membeli air di depo, sudah pasti airnya bersih padahal adakalanya karena cara produksinya yang tidak tepat sehingga airnya terkontaminasi dengan kuman,”tambahnya.

Berdasarkan data, sejak 31 Januari 2023 terdapat 22 warga yang didiagnosa Typoid. (hamza)

No More Posts Available.

No more pages to load.